Tuesday, October 23, 2012

Menjaga Kebersihan Laut Kep. Seribu Dimulai dari Diri Sendiri



Para Atlet sedang Beraksi

Pesta Olahraga se-Asia Tenggara atau yang lebih dikenal dengan Sea Games telah berakhir. Tahun ini Indonesia mendapat giliran untuk menjadi tuan rumah penyelenggara Sea Games ke-26. Jakarta dan Palembang menjadi tempat diselenggarakannya ajang berkumpulnya 48 cabang olahraga ini.

Sea Games berakhir dengan iringan senyum kemenangan Indonesia. Tugas menjadi volunteer pun turut berakhir. Saya adalah salah satu volunteer  yang mendapat mandat untuk bertugas di Media Press Center (MPC) Sea Games Jakarta. MPC adalah pusat informasi dan layanan bagi seluruh media lokal dan asing yang terdaftar meliput Sea Games. 

MPC menyediakan seluruh kebutuhan awak media mulai dari hal terkecil seperti media kit hingga layanan transportasi bagi rekan – rekan media yang ingin meliput di venue olahraga yang dipertandingkan setiap harinya. 
Nah, layanan ini memberi kesempatan bagi para volunteer yang bekerja di MPC untuk berkunjung ke venue – venue Sea Games yang ada di Jakarta. Sebenarnya tidak hanya volunteer MPC yang bisa berkunjung ke venue, tetapi semua volunteer. Hanya saja kami pergi bersama perwakilan media dari seluruh negara di Asia Tenggara. Sehingga setiap kunjungan ke venue bukan sekedar jalan – jalan tetapi juga belajar meliput dan menyiarkan berita versi dari masing – masing negara. Kesempatan untuk meliput berita bersama media asing pun sayang untuk dilewatkan oleh para volunteer, termasuk saya.

Dari sekian banyak venue, saya beruntung mendapatkan giliran berkunjung ke salah satu tempat terbaik. Beruntungnya saya! Rombongan pagi itu mengunjungi Pulau Putri, salah satu pulau di Kepulauan Seribu, tempat berlangsungnya kompetisi olahraga renang di laut bebas atau open water swimming. Apa yang saya lihat dan temukan di sana? Check this out guys!!!

Biru
 
Laut

Angin segar

Hangat matahari

Botani dan Hewani Laut


Juga SAMPAH!




Benda – benda putih yang mengapung di atas lautan itu menarik perhatian saya, semula saya berpikir  mereka adalah kumpulan ikan – ikan kecil. Saya sempat terpukau mungkin karena begitu lamanya saya tidak berkunjung ke alam bebas. 

Ya! Itu bukan ikan atau hewan laut sejenisnya. Itu sampah! Salah besar jika sempat terbesit di pikiran kita, sampah sekecil itu tidak akan merusak laut seluas Kepulauan Seribu. Plastik bahkan tidak terurai selama 500 tahun! Plastik yang semula hanya ada di permukaan air dapat terbawa sampai jauh ke tempat botani dan hewani laut berkembang. Sangat mungkin terjadi, mengingat 500 tahun bukan waktu yang singkat.

Waktu saya mengambil gambar sampah – sampah di atas, saya bahkan masih berada jauh sekali dari Pulau Putri. Sampah tersebut berada persis di tengah – tengah laut. Kalau bukan pengunjung Kepulauan Seribu yang membuangnya lantas siapa lagi? 

Setelah saya telusuri, ternyata kapal yang saya tumpangi tidak menyediakan tempah sampah. Oh NO! Kesadaran akan kebersihan laut harus dimulai dari kita sendiri! Tidak heran jika terdapat banyak sampah di lubang – lubang penyangga gelas di atas kapal, karena memang tidak terdapat tempat lain untuk menampung bungkus –bungkus makanan dan minuman pengguna jasa kapal. Bahkan tas saya hampir dipenuhi botol – botol minuman kosong. Tentu tindakan itu lebih baik daripada harus membuangnya di laut lepas. 

Kepedulian itu tidak sekedar membutuhkan pengetahuan dan kesadaran tapi lebih kepada tindakan. Setiap orang tentu tahu bahwa tidak ada sampah yang baik untuk laut. Semua orang pasti sadar, tindakan tersebut berdampak buruk terhadap  ekosistem laut. 

Akan tetapi sekedar tahu dan sadar sekali lagi TIDAK CUKUP! Kita harus bertindak, mulai dari diri kita sendiri. Jangan membuang sampah di laut. Tegur dan ingatkan mereka yang mungkin akan merusak laut, bukan hanya pengunjung tetapi juga para pengelola jasa di sekitar laut tersebut. Dalam cerita saya ini, termasuk para pengemudi kapal, pengelola Pulau Putri dan penanggung jawab kompetisi OWS Sea Games. 

Keindahan Pulau Putri yang nyaris sempurna, dirusak oleh sedikit cela yang berasal dari sampah – sampah kecil yang menghiasi lautnya. Ayo teman, jaga kebersihan laut kita mulai dari sekarang. Jika berlibur ke laut atau pantai pastikan kita juga menjaga kelestariannya, agar pemandangan yang disuguhkan senantiasa indah.


 Sampah di sekitar arena venue Open Water Swimming Sea Games 2011.
What a sad view!


No comments:

Post a Comment