Para Atlet sedang Beraksi
Pesta Olahraga se-Asia Tenggara atau yang lebih dikenal dengan Sea
Games telah berakhir. Tahun ini Indonesia mendapat giliran untuk menjadi tuan
rumah penyelenggara Sea Games ke-26. Jakarta dan Palembang menjadi tempat diselenggarakannya
ajang berkumpulnya 48 cabang olahraga ini.
Sea Games berakhir dengan iringan senyum kemenangan Indonesia.
Tugas menjadi volunteer pun turut
berakhir. Saya adalah salah satu volunteer
yang mendapat mandat untuk bertugas di Media Press Center (MPC) Sea
Games Jakarta. MPC adalah pusat informasi dan layanan bagi seluruh media lokal
dan asing yang terdaftar meliput Sea Games.
MPC menyediakan seluruh kebutuhan awak media mulai dari hal
terkecil seperti media kit hingga
layanan transportasi bagi
rekan – rekan media yang ingin meliput di venue
olahraga yang dipertandingkan setiap harinya.
Nah, layanan ini memberi kesempatan bagi para volunteer yang bekerja di MPC untuk berkunjung ke venue – venue Sea Games yang ada di
Jakarta. Sebenarnya tidak hanya volunteer MPC yang bisa berkunjung ke venue, tetapi semua volunteer. Hanya
saja kami pergi bersama perwakilan media dari seluruh negara di Asia Tenggara.
Sehingga setiap kunjungan ke venue
bukan sekedar jalan – jalan tetapi juga belajar meliput dan menyiarkan berita
versi dari masing – masing negara. Kesempatan untuk meliput berita bersama
media asing pun sayang untuk dilewatkan oleh para volunteer, termasuk saya.
Dari sekian banyak venue,
saya beruntung mendapatkan giliran berkunjung ke salah satu tempat terbaik.
Beruntungnya saya! Rombongan pagi itu mengunjungi Pulau Putri, salah satu pulau
di Kepulauan Seribu, tempat berlangsungnya kompetisi olahraga renang di laut
bebas atau open water swimming. Apa
yang saya lihat dan temukan di sana? Check
this out guys!!!
Biru
Laut
Angin segar
Hangat matahari
Botani dan Hewani Laut
Juga SAMPAH!
Benda – benda putih yang mengapung di atas lautan itu menarik
perhatian saya, semula saya berpikir mereka adalah kumpulan ikan – ikan
kecil. Saya sempat terpukau mungkin karena begitu lamanya saya tidak berkunjung
ke alam bebas.
Ya! Itu bukan ikan atau hewan laut sejenisnya. Itu sampah! Salah
besar jika sempat terbesit di pikiran kita, sampah sekecil itu tidak akan
merusak laut seluas Kepulauan Seribu. Plastik bahkan tidak terurai selama 500
tahun! Plastik yang semula hanya ada di permukaan air dapat terbawa sampai jauh
ke tempat botani dan hewani laut berkembang. Sangat mungkin terjadi, mengingat
500 tahun bukan waktu yang singkat.
Waktu saya mengambil gambar sampah – sampah di atas, saya bahkan
masih berada jauh sekali dari Pulau Putri. Sampah tersebut berada persis di
tengah – tengah laut. Kalau bukan pengunjung Kepulauan Seribu yang membuangnya
lantas siapa lagi?
Setelah saya telusuri, ternyata kapal yang saya tumpangi tidak
menyediakan tempah sampah. Oh NO! Kesadaran akan kebersihan laut harus
dimulai dari kita sendiri! Tidak heran jika terdapat banyak sampah di
lubang – lubang penyangga gelas di atas kapal, karena memang tidak terdapat
tempat lain untuk menampung bungkus –bungkus makanan dan minuman pengguna jasa
kapal. Bahkan tas saya hampir dipenuhi botol – botol minuman kosong. Tentu
tindakan itu lebih baik daripada harus membuangnya di laut lepas.
Kepedulian itu tidak sekedar membutuhkan pengetahuan dan kesadaran
tapi lebih kepada tindakan. Setiap orang tentu tahu bahwa tidak ada sampah yang
baik untuk laut. Semua orang pasti sadar, tindakan tersebut berdampak buruk
terhadap ekosistem laut.
Akan tetapi sekedar tahu dan sadar sekali lagi TIDAK CUKUP! Kita
harus bertindak, mulai dari diri kita sendiri. Jangan membuang sampah
di laut. Tegur dan ingatkan mereka yang mungkin akan merusak laut, bukan hanya
pengunjung tetapi juga para pengelola jasa di sekitar laut tersebut. Dalam
cerita saya ini, termasuk para pengemudi kapal, pengelola Pulau Putri dan
penanggung jawab kompetisi OWS Sea Games.
Keindahan Pulau Putri yang nyaris sempurna, dirusak oleh sedikit
cela yang berasal dari sampah – sampah kecil yang menghiasi lautnya. Ayo teman,
jaga kebersihan laut kita mulai dari sekarang. Jika berlibur ke laut atau
pantai pastikan kita juga menjaga kelestariannya, agar pemandangan yang
disuguhkan senantiasa indah.
Sampah di sekitar arena venue
Open Water Swimming Sea Games 2011.
What a sad view!

No comments:
Post a Comment