How time flies!
Tak terasa 3 bulan lebih waktu liburan semester genap telah berlalu,
meninggalkan rutinitas kampus untuk berlibur, bekerja/magang atau
sekedar berleha - leha di kampung halaman. Kini kita kembali memasuki
awal baru semester gasal, untuk kesekian kalinya bagi sebagian besar
mahasiswa atau yang pertama kali bagi mahasiswa angkatan pertama. Wajah –
wajah baru yang sekarang turut menghiasi euphoria kampus.
Tidak
terlihat perbedaan signifikan antara mahasiswa baru dengan para senior
kecuali antusiasme mereka. Liburan yang panjang kerap mengikis semangat
untuk kembali menjalankan rutinitas di kampus. Apalagi ketika baru saja
memulai jadwal baru perkuliahan berbagai tugas sudah menanti tuk segera
dituntaskan. Bertemu dengan teman - teman, saling berbagi cerita dan
pengalaman baru selama menghabiskan liburan mungkin bagian yang paling
menarik untuk kembali menginjakkan kaki di kampus. Seperti halnya teman -
teman, Parmagz juga ingin berbagi cerita yang didapat oleh para indera
di awal perkuliahan semester ini.
INDEPENDEN!
Tema yang diangkat untuk menjadi inti dari setiap tulisan yang dimuat
kali ini. Independen dimaknai; bebas, mandiri tetapi tetap kritis.
Bagaimana Tta Paramadina tetap dapat melanjutkan misi untuk mengikuti
festival tari di Eropa dengan minimnya dukungan kampus? Bagaimana posisi
mahasiswa di masyarakat khususnya dalam menyingkapi kampanye politik?
Bagaimana tingkat kepopuleran SEMA? Dan kegiatan Parmagz mengembangkan
program kerja baru secara independen.
Mengutip
kalimat yang sering dilontarkan oleh Pak Rektor, Anies Baswedan. “Masa
depan bangsa ini ada di tangan kita, para generasi muda.” Mahasiswa
berada dalam posisi yang bebas dari segala bentuk kepentingan dan
intervensi kekuasaan. Sehingga seharusnya suara mahasiswa adalah bentuk
aspirasi kritis mewakili masyarakat yang mendukung kepentingan banyak
orang.
Birokrasi
dalam hal pengajuan dana yang rumit misalnya bukan menjadi kendala
untuk tetap berkarya. Bahkan ini dapat memicu semangat untuk lebih
kreatif berpikir dalam mewujudkan target. Karena bagaimana pun kerikil
yang menjadi penghalang untuk setiap usaha pada akhirnya berkontribusi
menciptakan sebuah pengalaman luar biasa.
Last but not least! Selamat datang mahasiswa baru Universitas Paramadina! Individu – individu yang kelak menjadi partner bahkan rival baru dalam berkarya. Selamat berjuang menjadi mahasiswa seutuhnya. Independen. Kritis. Serta berkontribusi bagi masyarakat.
Selamat membaca.
Salam,
Redaksi
*Tulisan Pertama untuk Buletin Pertama Parmagz, 1 Oktober 2012*
No comments:
Post a Comment