Tahun 2012 seolah menjadi awal baru bagi keberadaan Indonesia sebagai
negara tujuan konser musisi dunia. Setelah konser musik penyanyi asal
Amerika, Katy Perry sukses digelar. Sampai pertengahan tahun ini
setidaknya ada 5 musisi legendaris dunia yang mengadakan konser di
Jakarta, mulai dari Rod Steward, Roxette, Earth Wind and Fire, YES,
sampai penyanyi pop legendaris besutan grup musik asal Inggris,
Morrissey. Tak ketinggalan ikon baru musik pop dunia, Lady Gaga yang
berminat menyelenggarakan konser di Jakarta meskipun berujung pada
pembatalan.
Diterimanya musisi mancanegara untuk mengadakan konser
di Indonesia merupakan bukti bahwa negara menghargai perbedaan dan
kebebasan berekspresi setiap orang sebagai bentuk kreatifitas dalam
bermusik.
Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama dan ras merupakan negara yang kaya akan budaya sehingga menghasilkan berbagai macam pemikiran serta kelompok kepentingan. Lady Gaga penyanyi asal Amerika yang terkenal dengan gaya esentriknya memiliki tidak sedikit penggemar di Indonesia. Seminggu sebelum akhirnya konser dibatalkan, 50.000 tiket telah habis terjual. Setiap orang bebas memilih untuk menikmati jenis musik apapun yang disuka.
Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama dan ras merupakan negara yang kaya akan budaya sehingga menghasilkan berbagai macam pemikiran serta kelompok kepentingan. Lady Gaga penyanyi asal Amerika yang terkenal dengan gaya esentriknya memiliki tidak sedikit penggemar di Indonesia. Seminggu sebelum akhirnya konser dibatalkan, 50.000 tiket telah habis terjual. Setiap orang bebas memilih untuk menikmati jenis musik apapun yang disuka.
Kebebasan berekspresi dan beragam pemikiran adalah wujud demokrasi bernegara. Nilai demokrasi terdapat dalam pengamalan pancasila khususnya sila ke-empat yang menyebutkan bahwa kebebasan berpendapat adalah hasil mufakat perwakilan rakyat. Demokrasi berlandaskan toleransi dan mengedepankan keadilan serta persatuan bangsa.
Pancasila sebagai
dasar negara lahir dari hasil perumusan cita – cita para founding
fathers dalam mewujudkan keberadaan negara sebagai tempat yang dapat
menjamin kebebasan serta kepentingan setiap warga bukan hanya
kepentingan beberapa kelompok masyarakat.
Penolakan terhadap Lady
Gaga oleh sebagian masyarakat Indonesia, diwakili oleh beberapa kelompok
kepentingan bukti bahwa negara menjamin kebebasan berpendapat untuk
setiap orang. Kelompok – kelompok kepentingan tersebut juga dijamin
keamanannya oleh negara. Tetapi dalih demokrasi, negara seolah
melindungi kepentingan kelompok ini tanpa memperhatikan kepentingan
masyarakat lain. Kelompok yang mengaku berlandaskan suatu agama dan
membela kepentingan umat beragama ini melakukan aksi penolakan dengan
mengancam melakukan pemblokadean mulai dari Bandar Udara sampai pada
tempat konser berlangsung. Salah satu bukti sikap yang kerap menciderai
nilai demokrasi pancasila.
Lady Gaga tidak serta merta dapat
merusak moral bangsa dengan hanya melakukan konser di Jakarta. Peminat
konser bukan mewakili setiap kelompok masyarakat. Kreatifitas Lady Gaga
dalam performa panggung maupun lirik lagunya dapat diakses melalui
internet. Kebebasan berekspresi Lady Gaga yang dianggap dapat merusak
moral bangsa lebih baik ditindak dengan menolak segala informasi
mengenai penyanyi asal Amerika tersebut. Sehingga tidak menimbulkan
polemik akibat persepsi buruk dan prasangka terhadap pemerintah,
khususnya aparat keamanan negara.
Demokrasi tidak berarti bebas
memaksakan pendapat ataupun pemikiran pribadi dan kelompok terhadap
orang lain. Demokrasi pancasila adalah kebebasan yang bertoleransi untuk
mencapai kata sepakat sebagai wujud pemenuhan kepentingan bersama.
Semoga Pancasila dapat benar – benar diterapkan sebagai landasan
bernegara sehingga cita – cita para founding fathers terwujud. Masih
banyak waktu, pasti masih ada harapan.
*rampung ditulis tanggal 1 Juni 2012*
No comments:
Post a Comment