Tuesday, October 23, 2012

POLEMIK PEMBATALAN KONSER LADY GAGA MENCIDERAI NILAI DEMOKRASI PANCASILA

Tahun 2012 seolah menjadi awal baru bagi keberadaan Indonesia sebagai negara tujuan konser musisi dunia. Setelah konser musik penyanyi asal Amerika, Katy Perry sukses digelar. Sampai pertengahan tahun ini setidaknya ada 5 musisi legendaris dunia yang mengadakan konser di Jakarta, mulai dari Rod Steward, Roxette, Earth Wind and Fire, YES, sampai penyanyi pop legendaris besutan grup musik asal Inggris, Morrissey. Tak ketinggalan ikon baru musik pop dunia, Lady Gaga yang berminat menyelenggarakan konser di Jakarta meskipun berujung pada pembatalan.

Diterimanya musisi mancanegara untuk mengadakan konser di Indonesia merupakan bukti bahwa negara menghargai perbedaan dan kebebasan berekspresi setiap orang sebagai bentuk kreatifitas dalam bermusik.
Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama dan ras merupakan negara yang kaya akan budaya sehingga menghasilkan berbagai macam pemikiran serta kelompok kepentingan. Lady Gaga penyanyi asal Amerika yang terkenal dengan gaya esentriknya memiliki tidak sedikit penggemar di Indonesia. Seminggu sebelum akhirnya konser dibatalkan, 50.000 tiket telah habis terjual. Setiap orang bebas memilih untuk menikmati jenis musik apapun yang disuka.

Kebebasan berekspresi dan beragam pemikiran adalah wujud demokrasi bernegara. Nilai demokrasi terdapat dalam pengamalan pancasila khususnya sila ke-empat yang menyebutkan bahwa kebebasan berpendapat adalah hasil mufakat perwakilan rakyat. Demokrasi berlandaskan toleransi dan mengedepankan keadilan serta persatuan bangsa.

Pancasila sebagai dasar negara lahir dari hasil perumusan cita – cita para founding fathers dalam mewujudkan keberadaan negara sebagai tempat yang dapat menjamin kebebasan serta kepentingan setiap warga bukan hanya kepentingan beberapa kelompok masyarakat.

Penolakan terhadap Lady Gaga oleh sebagian masyarakat Indonesia, diwakili oleh beberapa kelompok kepentingan bukti bahwa negara menjamin kebebasan berpendapat untuk setiap orang. Kelompok – kelompok kepentingan tersebut juga dijamin keamanannya oleh negara. Tetapi dalih demokrasi, negara seolah melindungi kepentingan kelompok ini tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat lain. Kelompok yang mengaku berlandaskan suatu agama dan membela kepentingan umat beragama ini melakukan aksi penolakan dengan mengancam melakukan pemblokadean mulai dari Bandar Udara sampai pada tempat konser berlangsung. Salah satu bukti sikap yang kerap menciderai nilai demokrasi pancasila.

Lady Gaga tidak serta merta dapat merusak moral bangsa dengan hanya melakukan konser di Jakarta. Peminat konser bukan mewakili setiap kelompok masyarakat. Kreatifitas Lady Gaga dalam performa panggung maupun lirik lagunya dapat diakses melalui internet. Kebebasan berekspresi Lady Gaga yang dianggap dapat merusak moral bangsa lebih baik ditindak dengan menolak segala informasi mengenai penyanyi asal Amerika tersebut. Sehingga tidak menimbulkan polemik akibat persepsi buruk dan prasangka terhadap pemerintah, khususnya aparat keamanan negara.

Demokrasi tidak berarti bebas memaksakan pendapat ataupun pemikiran pribadi dan kelompok terhadap orang lain. Demokrasi pancasila adalah kebebasan yang bertoleransi untuk mencapai kata sepakat sebagai wujud pemenuhan kepentingan bersama. Semoga Pancasila dapat benar – benar diterapkan sebagai landasan bernegara sehingga cita – cita para founding fathers terwujud. Masih banyak waktu, pasti masih ada harapan.

*rampung ditulis tanggal 1 Juni 2012*

No comments:

Post a Comment